
Pada jaman dahulunya bangsa yahudi beranggapan bahwa tanah palestina atau tanah kanaan sudah ditakdirkan menjadi tanah yang harus mereka tempati mengikuti paham zionisme yang mereka anut. Namun dengan kondisi mereka ras yahudi yang tersebar dmana-mana lebih lagi dengan kekejaman itulah pada masa perang dunia pertama membuat bangsa yahudi ingin mengumpulkan semua masyarakat yahudi dalam satu negara yaitu palestina, mengapa pelestina?, karena bangsa palestina atau bangsa arab menduduki tanah yang mereka anggep sebagai tanah suci untuk bangsa yahudi.
Fakta-fakta menunjukan bahwa malah sebaliknya bangsa yahudi dan palestina justru hidup berdampingan karena factor keturunan. Hanya saja karena kolonialisme militer maka Yerusalem tertutup buat Yahudi. Beberapa Yahudi di semenanjung Iberia dan Afrika Utara kemudian memutuskan sephihak untuk berlawanan arah dengan Yahudi di Utara, Tengah maupun Timur Eropa. Pada tahun 1938 propganda keyakinan Aria Jerman melakukan pembantaian massal warga Yahudi ini terutama sebagaian besar di Eropa. Sehingga usai perang dunia kedua tahun 1945, seluruh dunia khususnya dunia barat simpati dan mendorong terbentuknya negara Yahudi di tanah Palestina, yang sebenarnya saat itu juga banyak hidup orang Yahudi yang damai berdampingan dengan bangsa Palestina.
Pada masa yang sama, setelah ada nya pertemuan di Basel, Swiss tahun 1917 diadakan deklarasi Balfour yaitu surat dari menteri luar negeri Inggris Arthur James Balfour kepada pemimpin Zionis Lord Rothschild yang berisi dukungan pembentukan negara Yahudi. Atas dasar dukungan Inggris dan Amerika yang saat itu merupakan negara terkuat memaksa perserikatan bangsa-bangsa untuk mengangkat deklarasi Balfour di tahun 1922. Saat itu jumlah Yahudi hanyalah 11% dibanding warga Palestina yang berjumlah 670.000. namun akibat tekanan Nazi Jerman, Zionis berjalan cepat hingga di tahun 1931 jumlah Yahudi meningkat menjadi 175.000 sedangkan Arab Palestina 860.000. Saat itu yang dikenal masih bangsa Palestina, hingga pemberontakan Arab Palestina membuat Britania yang mengoloni daerah itu membaginya menjadi dua yaitu Yahudi Palestina dengan Arab Palestina. Pembagian ini kemudian disetujui PBB untuk meredakan ketegangan mengingat jumlah Yahudi menjadi sepertiga jumlah Arab Palestina. Pemisahan ini justru memicu konflik yang terus berkepanjangan hingga akhirnya Yahudi menyatakan proklamasi Israel sepihak tanggal 14 Mei 1948.
Kak. permisi. ijin saya copy artikel kaka untuk tugas sekolah. artikel eksplanatif ini dibuat oleh kak nadia sendiri ? mohon jawabannya segera sebagai sumbernya. Terima kasih :)
BalasHapus